Aku terbangun dari lamunan, sudah dua minggu ini aku punya kebiasaan tetap, menanti seseorang lewat dibawah gedung kuliahku. Hampir tak pernah bsan aku menantikan waktu ini, jam ini dan momment ini. ahiya....hampir tiap hari aku selalu mengingat momment ini. Tengah hari kala kau berjalan ditaman kampus ini tepat dibawah ruangan kuliahku.
"ya bu"
aku melangkahkan kaki dengan lunglai kedepan kelas untuk mengerjakan soal yang dimaksud,
Selesai kuliah, langsung kuturuni tangga kelasku, tak perduli lagi dengan teriakan teman sekelasku memanggil.
"Alhamdulillah", teriakku. masih sempat kudapati gadis pujaanku berdiri dekat musholla kampus, menunggu jadwal pergantian kuliahnya.
Kudapati gadis pujaanku sedang bercanda dengan teman-temannya, Memandangi gerak-gerikmu menjadi keasyikan tersendiri bagiku. wajahmu, senyummu, Jilbab birumu serta letak batang kacamatamu,,ahh...kurindu selalu.Aku selalu hapal baumu, seperti anak hapal akan bau alami ibunya.
Aku tak tahu apa kau mengenalku, tapi aku sungguh mengenalmu, setiap informasi detil kucari tahu dari petugas Tu yang kusogok dia dengan sejumlah makanan kesukaannya agar aku tau setiap detil informasi tentangmu. Dari sana-sini aku mencoba mencari informasi tentangmu tentang apa makanan kesukaanmu, dimana tempat kosanmu dan berapa no sepatumu bahkan buku yang terakhir kau baca pun aku tau.
Aku mengenalmu sudah lebih dari sebulan yang lalu, dan lebih dari sebulan itu pula setiap ada kesempatan aku mencoba untuk berani berkenalan denganmu.Ingin rasanya mengajakmu berkenalan, tapi aku tak tau kenapa tiap kali ada kesempatan dekat denganmu lidahku dan bibirku terasa kelu dan tak mau menuruti perintahku. Ahh...lagi aku benci dengan diriku sendiri, benci karena takut mencoba karena mungkin saja kau sama denganku sama inginnya tau siapa diriku, entahlah..
*******
Langit tampak mendung dari pagi. Ahiya bukankah ini bulan oktober, tentu saja bulan ini adalah awal dari masa-masa hujan. Kuambil Payungku beringsut dari rumah kontrakanku.
Langitpun menggelap dan hujan akan segera turun tampaknya, Aku pun segera berlari ke arah halte bis langgananku, halte tempat setaun belakangan ini yang menjadi tempat langgananku menuggu bis jemputanku. dari kejauhan kulihat kau masih meringkuk di bawah pohon, beringsut badan kecilmu menahan dinginnya guyuran hujan.
Kupikir inilah saatnya, tidak salah untuk mencoba. Kuberanikan diri mendekatimu menawarkan jaket Payung kesayanganku untuk membawamu berlari ke arah halte tujuan kita.
lalu kau pun berkata "Terimakasih mas namanya siapa"
Ahiya...langit berubah menjadi cerah, dan perjalanan ke kampus hari itu menjadi indah.
endingnya gag dapet, ngambang. konflik gag jelas.
BalasHapusHahaha...mohon petunjuknya suhu..mentang2 cerpennya udah pernah di filmkan dan udah ada novel sendiri nih.....hahaha...
BalasHapusNih suhu ibarat 2 mazab di dunia bahasa saya menganut americanis g spt australian yng lebih menekankan kan struktur, saya coba dari meaning,,yang bs ngrasain mungkin cmn saya,,wkwkwk #ngeles#