Kisah ini bermula ketika aku melakukan Diklat Prajabatan bulan april 2011, nah secara tak sengaja aku bertemu dengan seseorang pengajar dalam diklat tersebut. Bapak Hani namanya dia bercerita tentang kisah hidupnya waktu masih mengenyam ilmu dibangku kuliah
Waktu itu pak hani kuliah di Institut Pertanian Bogor, ceritanya saat masa kuliah dia jatuh cinta pada sesorang gadis, adik angkatannya. Lama ia mengagumi gadis itu. Pak hani selalu mengirimkan surat pada gadis itu tapi tak secara langsung, surat itu ia titip kan pada temannya. Lama ia mengirim surat itu saling berbalas dengan gadis itu tanpa pernah bertemu dengan gadis tersebut, hal ini ia lakukan sampai ia menjadi PNS di Kementerian Pertanian.
Genap setahun ia menjadi PNS ia berkeininan untuk menyuting gadis tersebut, dan mengajaknya bertemu langsung. Tepat seminggu sebelum ia menyatakan maksudnya datanglah surat dari gadis tersebut, Surat berwarna merah muda seperti biasanya. Senang sekali hati Pak hani waktu itu. Tapi setelah dilihat-lihat surat itu berbeda dengan surat yang biasanya ia terima.
Bentuk surat itu aneh dari biasanya.Bentuknya persegi, dan lebih tebal kertas, yang tambah mengherankan lagi di dalamnya tertuliskan banyak nama dan nama keluarga. Hancur sudah hati Pak Hani waktu itu, karena yang diterimanya adalah surat Undangan Pernikahan Gadis Pujaannya dengan sahabat yang selalu mengantar surat untuk gadis itu dari Pak Hani.
Jika kalian pernah mendengar, inilah lagu itu
Taxi Band – Hujan Kemarin
Kemarin ku dengar
Kau ucap kata cinta
Seolah dunia
Bagai dimusim semi
Kau datang padaku
Membawa luka lama
Ku tak ingin seolah
Semua seperti dulu
Tak ingin lagi rasanya ku bercinta
Setelah ku rasa perih
Kegagalan ini membuat ku tak berdaya
Tak dapat lagi rasanya ku tersenyum
Setelah kau tinggal pergi
Biar ku sendiri tanpa hadirmu kini lagi
Hujan kemarin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar