Senin, 26 September 2011

Rembulan Tenggelam Di Wajah Mu


Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti memiliki banyak pertanyaan dalam hidupnya. Pertanyaan itu nantinya yang akan dijawab dalam perjalanan hidupnya, entah itu di awal, tengah ataupun akhir kehidupannya. Setiap orang pasti memiliki kesempatan untuk menerima jawabannya. Entah itu dari buku-buku. Dari penjelasan orang sekitarnya. Dari apa yang terukir di langit. Dari apa yang tergurat di bumi, atau dari apa saja.

Ketika kau merasa hidupmu menyakitkan dan merasa muak dengan semua penderitaan maka itu saatnya kau harus melihat ke atas, pasti ada kabar baik untukmu, janji-janji, masa depan. Dan sebaliknya, ketika kau merasa hidupmu menyenagkan dan merasa kurang dengan semua kesenangan maka itulah saatnya kau harus melihat ke bawah, pasti ada yang lebih tidak beruntung darimu. Hanya sesederhana itu. Dengan begitu kau akan selalu bersyukur.

Membaca buku ini bagiku seperti belajar tentang kearifan. belajar soal kesederhanaan dan keikhlasan menerima. belajar senantiasa berbaik sangka. belajar bahwa untuk banyak hal, mengalah itu bukan berarti kalah dan tidak membalas itu bukan berarti tak berdaya ataupun tidak bisa apa2. adakalanya, mengalah berarti bebas. bebas dari nafsu untuk membalas, bebas menerima situasi apa adanya, menjadi apa adanya.

Buku ini membuatku semakin percaya bahwa hidup ini adil. tak terbantahkan lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar