Minggu, 25 September 2011

Kisah 5 Bujang Lelana melakukan perjalanan "ora nggenah"


Pagi ini,karena mau jalan-jalan disenggigi,jadi inget ada kisah beberapa tahun lalu ketika mau "mengembara tanpa tujuan"...jalan2 sih maksudnya dan rasanya cocok untuk d share lagi...ini kutampilkan tulisan dari temanku yang bernama Harris yang menceritakan kosah tentang petualangan kami itu,,,

"semua salah dia!!!",

ada yang pernah denger kalimat ini?
pastinya bagi penonton setia opera van java pastilah pernah mendengar kalimat ini. kalimat ini biasanya diucapkan oleh sule.
apa fungsinys kalimat ini dalam tulisan ini?
hehe....., ada fungsinya. kalimat inilah yang menyebabkan kami berkelana dari semarang-boyolali-solo.

...

oia, sebelumnya kuperkenakan dulu tokoh dari cerita ini.

tokoh utama;
1. saya, asli pekalongan,sekarang mahasiswa semester 6 dan sedang mengerjakan skripc
2. faiz, asli produk puertorico (nama beken purwokerto), statusnya sama seperti saya
3. didik wakijoe, asli semarang, panggilan bos wakijoe, bergelar Amd (alumni mahasiswa D3) Fe undip, sekarang melanjutkan S1 di unissula.
4. kunari, asal pati, bergelar sarjana akuntansi fe undip, hampir kerja dan sudah butuh pendamping hidup (masih di buka oprec-nya).
5. wahyu, asal cilacap, mahasiswa akuntansi angkatan 2005, masih mencoba untuk lulus
6. anom, bocah cilik kelas 4 SD, adiknya didik wakijoe

tokoh tambahan;
1. angling, asli sukoharjo ato nama kerennya solo baru, statusnya sama k seperti saya
2. suryo, orang kota solo asli, mahasiswa semster 6.

nah, sekarang balik lagi ke cerita.
...


suasana masih gelap, masih jam 5 pagi. aku masih berkutat dengan laptopku mengoreksi skripcnya onee-san. akhirnya, sekitar jam 7an, selesai sudah. capek rasanya. butuh istirahat. kurebahkan badanku dan kupejamkan mataku.
..

handphoneku bunyi, tanda ada sms masuk. dari faiz. " sido melu reng salatiga ra? yen sido, jam 9 mangkat. persiapan y", begitu isi smsnya. dengan jiwa yang masih setengah dam mata mengantuk, kubalas, "y". kulihat jam, wah..., sudah jam setengah sembilan!. langsung kubergegas mempersiapkan diri.

...


setelah persiapan selesai, kuhampiri kosnya faiz. masih mandi dia. kuputuskan untuk makan dulu. setelah kenyang dan faiz pun sudah siap, langsung tancap gas menuju DPU DT, basecamp dadakan, sebelum menuju ke salatiga.
di basecamp, ada mas wahyu dan mas kunari, sedang mengobrolkan sesuatu. belum kelihatan batang hidung bos wakijoe. kata mas wahyu, masih ganti pelek motor dan kami disuruh untuk menunggu.
...

"hah?", ekspresiku setelah mendengar kabar dari mas wahyu bahwasanya bang satria (disingkat bangsat), empunya rumah yang mo kita silaturrahimin tidak ada di rumah dan sedang mo pergi ke bandung. "terus piye?", tanyaku.

kata mas wahyu, tak ada yang ngasih kabar ma bangsat lo kami mo maen ke rumahnya. jadi, dia pergi.
"kok bisa?", tanyaku. ternyata bos wakijoe, sebagai penggagas trip ini belum memberi kabar ma bangsat. "kita tunggu didik aja", kata mas wahyu.
akhirnya, bos wakijoe tiba. pake helm item, jaket item, celana coklat, sembari menggandeng adiknya, perawakannya bapak-bapak banget dah. berkumpullah kami di kamarnya mas wahyu, membicarakan apa yang akan dilakukan setelah mendengar bangsat tidak ada di rumah.
"reng magelang yuk", ajak mas kun. "reng boyolali wae",faiz mengusulkan. "aku melu wae, sing penting jalan-jalan", kataku.
akhirnya diputuskan, tanpa keputusan yang jelas dan masih mengambang, kami berangkat. begitu g jelasnya kemana kami akan pergi hingga sudah sampai di ungaran masih dipertanyakan, akan pergi kemana kami. alhamdulillah, akhirnya pasti juga arah kami, yakni ke kawasan selo, boyolali.

...

kira-kira dua jam lebih waktu yang kami habiskan untuk dapat melihat plang besi yang bertuliskan "boyolali tersenyum". hehe, unik juga slogannya. kata mas kun, selama kami di boyolali. kami diharuskan untuk selalu tersenyum. di kota boyolali, kami mampir dulu untuk makan. tempat makan yang kami singgahi adalah "soto rumput". letaknya, dari terminal boyolali, belok kiri, lurus dikit. nanti di seberang jalan akan kelihatan.
memasuki rumah makan "soto rumput', banyak pertanyaan yang terlintas di pikiranku. nama yang aneh, mengapa dinamakan demikian, apakah nanti kami bakal disuguhi soto dengan bahan utama rumput. kucoba untuk mencari jawabannya. kulihat daftar menunya. g ada sama sekali kata rumput sama sekali di di daftar menunya. masih banyak pertanyaan yang ingin kucari jawabannya.

...

soto pun tiba di meja makan kami. emmm, g ada bedanya dengan soto kebanyakan. "lalu kenapa dinamakan soto rumput y?", masih kucoba kupikirkan. aku menyerah. aku tak bisa menemukan jawabannya. "udah, makan aja ah", pikirku. setelah tiba di kos, baru aku tahu alasannya mengapa diberi nama soto rumput. ternyata, dulunya tempat warung tersebut adalah tempat berjualan rumput bagi pakan sapi boyolali. rasa sotonya lumayan enak. 1 porsinya, sekitar 4000an.
oia, catatan tambahan, dari enam orang, hanya mas wahyu yang tidak ikut makan. masih shaum dia, tepatnya shaum 9-10 muharram. pastinya ada yang berpikir, "ah, g penting fakta itu, napa harus ditulis". lo menurutku, justru penting, khususnya untuk menjelaskan apa yang dirasakan oleh mas wahyu di kawasan selo, boyolali.

...

perjalanan kami lanjutkan. kami mengendarai motor kami menuju ke kawasan selo. sepanjang perjalanannya, uahhhhhh.....mata dan hidung terasa sangat nyaman. terlihat suasana hijau di kanan dan kiri jalan. udara segar pun memenuhi hidung kami. bagus banget suasananya. semakin kami menuju ke puncak, semakin indah pemandangannya.
terlihat juga wahana "flying fox" yang menghubungkan bagian atas bukit dengan bagian bawah. tiba kami di gerbang bertuliskan huruf jawa yang menandakan kami akan memasuki kawasan pucak selo. di kejauhan terlihat tulisan gede, tapi tidak jelas. motor di geber dengan gigi 2. jalannya semakin lama semakin curam. menurut pandanganku yang orang awam, mungkin kecuramannya 45 derajat. motor berjalan sangat berat, padahal sudah memakai gigi 1. akhrinya, motor sudah tidak kuat lagi, persisnya, motor yang dikendarai bos wakijoe dan faiz. wah, sebagai pembonceng motornya faiz, terpaksa dah aku turun dan jalan menuju titik point kami. hah...hah....capek...

...

pemandangannya bagus. sayang, pemandangan ini harus segera tertutup oleh kabut. kabut semakin tebal, hawa dingin mendera tubuh kami. brrrr......dinginnnnya....hingga hembusan nafas kami pun beruap.
kuamati keadaan sekitar. wah, ada biksu!!! berpenampilan dengan jubah kuning, botak, bercelana pendek merah. kulihat angle yang lain, hemmmm, banyak juga orang yang berekreasi ke sini. terlihat juga para pendaki yang siap untuk mendaki gunung merapi. di kerumunan pendaki itu, ada sepasang suami istri yang membawa serta dua anaknya yang kembar, berumur kira-kira seusia anak TK. wah, gila juga. anak masih kecil sudah diajak untuk mendaki gunung!.
kulihat di bagian atas tempat kami, ada tulisan "NEW SELO". modelnya mirip dengan tulisan "HOLLYWOOD". oh, ternyata ini tulisan yang terlihat tadi.

...

udara semakin dingin!!. raut muka kami menunjukkan bahwa kami sangat butuh kehangatan!!. "wah, ngopi saambil makan gorengan. ketoke enak banget, iz", kataku kepada faiz. "tuku gorengan yuk", ajakku. "ayo", usulku disetujui faiz, mas kun, n bos wakijoe. mas wahyu g ikutan. masih tetap bersikukuh untuk meneruskan puasanya meskipun yang lain sudah berlaku sebagai setan penggoda untuk mendorong dia membatalkan puasanya.
kecewa juga, gorengannya wis adem. tak apa wes, untuk mengganjal prut yang sudah lapar, pikirku. si faiz, mas kun, n bos wakijoe menikmati kopi hangatnya, sementara mas wahyu membaca koran untuk menghabiskan waktu menunggu kami dan menghilangnya kabut yang menyelimuti jalan.
tak terasa, sudah kumakan 5 gorengan. si faiz, parah!!! lupa dia berapa gorengan yang telah dimakannya. tambah parah!!, seandainya ditanyakan berapa lombok yang udah dimakannya. demi rasa kemanusiaan, pada waktu membayar, mengakulah dia bahwasanya dia sudah memakan 5 gorengan.

...

alhamdulillah, kabutnya sudah menipis. saatnya untuk pulang. bersiap-siap kami untuk pulang. dari kejauhan, terdengar suara adzan ashar. kami putuskan, untuk sholat dhuzur di boyolali kota. motor langsung kami tancap gas.

...

"semua salah dia!!!",
kalimat ini pantaslah dialamatkan kepada bos wakijoe yang menyebabkan kami sampai di solo. normalnya, ketika kami memutuskan untuk sholat di masjid atau musholla terdekat, harusnya kami sholat di masjid ato mushola sepanjang arah menuju ke semarang. namun, berhubung bos wakijoe yang jadi guide kami, eh...dia malah mencari masjid ato musholla di jalan menuju arah ke solo. katanya, sebentar lagi ada masjid. walhasil, karena sudah setengah perjalanan ke solo, faiz yang tadinya tidak mau ikut ke solo, akhirnya mengalah untuk ikut ke solo karena kalah dalam pengambilan keputusan forum. parahnya, sholat ashar tidka dilakukan di masjid, tapi di pom bensin. perjalanan yang mendadak ini, membawaw akibat. angling, temen kami yang ada di solo, kami paksa untuk menyambut kami di rumahnya. dia kami paksa untuk membatalkan rencananya pergi bersama dengan temannya.

...

sholat ashar telah selesai ditunaikan. perjalanan menuju ke solo kami lanjutkan. di tengah perjalanan, muncul ide untuk bersilaturrahim ke rumahnya suryo dulu sebelum ke rumah angling. ide ini kami wujudkan. akhirnya, sampai kami di rumahnya suryo. sebagai tuan rumah yang baik, suryo langsung menyambut kedatangan kami dengan segenap makanan dan minuman. tubuh kami rebahkan untuk melepaskan capek yang mendera kami. setelah dirasa cukup, kami meminta suryo untuk mengantar kami menuju ke rumahnya angling.

...

di rumah angling, kami disambut lagi dengan pasokan makanan dan minuman. untungnya, terdengar suara adzan maghrib sebelum makanan yang disajikan habis. akhirnya mas wahyu segera membatalkan puasanya. perbincangan mulai berkembang, canda gurau terlontarkan. suasana terasa menyenangkan. puas makan, kemudian kami sholat di maghrib di masjid. ini adalah kali kedua aku sholat di masjid ini. nah, ada hal yang menarik dari masjid ini. bacaan imamnya bagus banget. seringkali kita menysal jika kita telat tiba di masjid karena kita akan melewatkan bacaan imam masjid yang sangat merdu dan enak didengar. tidak heran, jamaah masjidnya banyak. kata angling, imam masjid ini adalah seorang hafidz al quran ato orang yang hafal al quran.
selesai melaksanakan sholat maghrib, kami putuskan untuk bertahan dulu di rumah angling hingga isya'.
...

waktu isya tiba. ditemani rintikan hujan. kembali lagi kami sholat di masjid yang tadi. setelah shaolat, angling mengajak kami ke "Ngarposuro solo night market". katanya, kesempatan langka kami bisa pergi ke situ karena pasar ini hanya ada di malam minggu. kebetulan juga, pas ada "Solo percussion festival", kami diajak angling untuk menyaksikannya. kami pun setuju.

...


suasana ngarposuro rame, penuh dengan orang. banyak stand kerajinan, makanan, dan oleh-oleh khas solo. sewaktu kami tiba, grup "Sipakatau percussion " akan tampil. grup ini adalah kumpulan pemusik perkusi dari ISI solo. mengusung aliran heavy metal dengan sentuhan underground, sipakatau langsung memecah kesunyian malam. dadakku terasa sesak menerima hentakan suara bass dan treble dari speaker. pada awalnya, alunan musik sipakatau menghanyutkan, ditambah dengan teatrikal penari laki-laki dengan topeng yang seirama dengan alunan musik. namun, semakin lama, alunan musik semakin keras. sang vokalis mulai menunjukkan suara aslinya. huuuhh....haaaahhhhh....ghrrrrraa....itulah lirik yang didendangkannya. hentakan musik semakin keras!!. biar mudah, bayangkan aja Slipknot sedang main, tapi pake perkusi, bass, n gitar. di tengah pentas, si penari laki-laki tadi beryoga ria. salutlah buat penarinya, masih bisa yoga ditengah suara ribut yang bisa merusak pendengaran. kata penari itu, dia melakukan yoga karena falsafah dari musik perkusi adalah tetap bisa meditasi meskipun ditengah keramaian.
tidak tahan mendengar suara yang keras, bos wakijoe, suryo, mas wahyu n mas kun pulang duluan. jadi, tinggal aku, angling, n faiz.

...

penampilan kedua dimulai. kali ini yang tampil adalah grup "Pararimba". penonton langsung dihentak dengan alunan gitar dan suara suara vokalis cowok yang karakteristik blues dan dua vokalis cewek yang kecil melengking. penonton pun bertepuk tangan. improvisasi lagu lir-ilir, gundul-gunduk pacul dengan balutan musik blues, terasa sangat easy listening. penonton semakin keras tepuk tangannya.

...

malam semakin larut. nyawa terasa tinggal separuh. sudah waktunya untuk pulang dan beristirahat. tapi sebelumnya, kami sempatkan untuk melihat stand yang ada. puas melihat stand, kami pulang ke rumahnya suryo.

...

wah, udah pada tidur. lampu sudah dimatikan. pintu diketuk, ternyata bos wakijoe lum tidur. pintu dibukakannya, kami pun masuk. sandal kulepas di luar. di depan TV, mas wahyu n mas kun dah tidur pulas. hehehe, lucu, melihat kompaknya mereka berdua. bahkan di tidurnya pun mereka kompak. gayanya sama! tidur berdampingan, masing-masing tanganya ditaruh di atas dada, kepala menoleh ke bahu kiri, kaki rebahkan dengan jarak yang dekat.

...

suasana semakin larut, suara pun semakin menghilang. akhirnya kami tertidur. di pagi harinya, aku kaget!. sendalku hilang!!!. satu lagi barangku yang hilang. jikalau dulu eaktu ke ngawi handphoneku ilang, sekarang sendalku. menurut suryo, kemungkinan besar sendalku diambil pemulung. wah, dasar!!! pemulung tidak beriman!!!. pelajaran yang dapat diambil adalah, "HATI-HATI MELETAKKAN SANDAL, LO TIDAK, NANTI DIAMBIL PEMULUNG!!". huh..., terpaksa dah aku beli sendal jepit. gara-gara 1 pemulung, tampaknya aku menjadi berburuk sangka kepada semua pemulung.

...

setelah sarapan, aku, faiz, bos wakijoe, anom, n mas wahyu memutuskan untuk pulang ke semarang. mas kun??
dia tinggal karena masih ada urusan di solo. tertinggallah 1 bujang di solo. alhamdulillah, selamat sampai di semarang. capek rasanya....pengen langsung beristirahat. sewaktu tiba di kamarku, segera kutulis agar tidak lupa. alunan
musik the betles plus guyuran hujan menemaniku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar