
Film yang satu ini saya wajibkan anda untuk menontonnya, ya saya wajibkan karena g banyak dari film korea yang membuat saya tersentuh, dulu jaman SMA saya selalu seneng nonton Full House, Endless love. Tapi akhir2 ini saya merasa ada yang kurang dengan film2 korea jaman sekarang (ato mungkin perasaan saya saja) film korea sekarang, malah jadi kayak sinetron Indonesia (ato Indonesia yang niru2 film korea ya?).
Balik lagi ke film A moment to remember. Ceritanya sederhana, tentang seorang gadis kaya yang menyukai seorang pekerja konstruksi bangunan (kuli bangunan) kemudian menikah. Permasalahan utama muncul setelah menikah, yaitu dengan didiagnosisnya wanita ini menderita penyakit Alzheimer, yaitu penyakit yang dapat menggrogoti daya ingatnya sehingga lupa terhadap siapapun bahkan dirinya sendiri.
Perlahan-lahan tapi pasti daya ingatnya semakin melemah. Dia mulai lupa akan suaminya sendiri, dan klimaksnya sampai sifatnya seperti seorang anak kecil, yaitu ngompol dan tidak dapat mengenakan pakaiannya sendiri. Setiap proses dapat digambarkan dengan sangat baik sehingga menjadi film yang sangat menyentuh bagi penontonnya.
Dari keseluruhan film ini, satu hal yang benar-benar menjadi pembelajaran positif adalah sesuai dengan judulnya, a moment to remember. Ketika gadis tersebut mulai hilang ingatan, satu hal yang dia selalu tekankan adalah setiap kenangan tidak mungkin terulang. Ketika secara tiba-tiba dia mengingat segala sesuatunya, dia mulai langsung menuliskan apa yang diingatnya tersebut, sebelum segala sesuatunya tak berbekas kembali.Begitulah teman, sudah sepantasnya kita bersyukur dan menikmati setiap kenangan indah yang sedang dilewati saat ini, karena mungkin kenangan-kenangan tersebut akan hilang dan tak berbekas (maka rajin2lah nge blog).Thx God for every wonderful memory you’ve given to me……..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar