Mawar itu dan puisi itu selalu ada di laci mejamu setiap pagi. Pagi-pagi buta aku berangkat ke kantor berbalap dengan para penjual sayur hanya untuk bisa meletakkan setangkai mawar dan secarik kertas puisi lengkap dengan kisah tentangmu setiap harinya yang kutulis dengan perasaan menggebu seolah kau tahu siapa penulis larik-larik kata-kata itu.
Setiap pagi ku cek reasimu, apakah kau tahu bahwa ada kiriman misterius di bawah laci mejamu. Kau tersenyum simpul, karena ku tahu dari pojokan bangku belakang, aku menatap ketika kau buka kiriman itu dan seisi kelas mulai menggodamu
"ada kiriman misterius lagi nih" kata mereka
Ingin kuberanikan berkata padamu mengatakan dengan jujur tentang perasaanku yang telah lama kupendam sejak penerimaan siswa baru dulu. Ketika kau masih malu-malu dengan rambut dikepang dua dan lesung pipit khas dari wajahmu.
****
"Menurutmu novel yang sedang bagus apa?" kata teman sebangkuku padaku
"Tumben banget lu baca novel"
"Ah enggak mau dikasih orang kok" katanya
Akhirnya kuberi taulah dia, sebuah situs yang menyediakan pembelian buku online. Kebetulan ada Trilogi dari seorang penulis ternama negeri ini yang lagi promo dan jika membeli novel itu sekarang ada tanda tangan penulisnya.
*****
Keesokan paginya, akhirnya kenyataan itu terjawab sudah. Kau lebih memilih 3 buah buku dengan bungkus warna merah muda seperti kesukaanmu. Terjawab sudah hati siapa yang kau pilih untuk bisa mendampingimu.
Dan aku tak perlu bertanya lagi karena hati memilih ia tidak dipilih, dan bukan hatikulah yang kau pilih. Lembar Puisi dan pagi itu mendadak menjadi layu, selayu hatiku pagi itu. dan seisi ruanganpun menjadi tidak menyenangkan lagi bagiku.
Ingin aku melupakan tentang lesung pipitmu, rambut kepang duamu, dan segala kenanganku tentangmu. Hari itu aku terbujur kaku apa lagi setelah tau, selama ini aku salah sangka, aku salah sangka kau tau tentang penulis puisi-puisi itu, karena kau mengira temankulah yang membuatkannya untukmu.
Hening dikamarku, aku pun ingin waktu ini segera berlalu, seperti waktu-waktuku yang dulu sebelem bertemu denganmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar