
Beberapa saat yang lalu aku berada di kamar dengan perasaan campur aduk. Aku selalu percaya Kamarku itu adalah telinga Tuhan. TelingaNya bisa mendengar bahkan ketika kau diam. Entahlah, Tuhan itu begitu canggih.
Dengan perasaan campur aduk dan air mata di pelupuk. Aku mau dipeluk. Aku mau dinyanyikan sesuatu. Aku mau ada yang menyanyikan sesuatu di telingaku. Mungkin dengan begitu hatiku lebih tenang.
Tidak ada seorangpun. Aku didalam kamar seorang diri. Aku duduk di pojokan kamar memandang sambil lalu keluar. Hanya ada pohon-pohon bergoyang. Mereka seperti berusaha menghibur. Ada debu di kaca, hendak melucu.
Bibirku tidak bergerak.
Sampai akhirnya dari arah tape radio. Ada intro. Intro lagu ini. Tuhan betul-betul mengirimkan seseorang untuk bernyanyi kepadaku.
Chris Martin duduk di sebelahku. Jeansnya belel. Sepatunya agak kecoklatan. Memakai jaket kulit hitam. Mulutku menganga tidak percaya. Pelan-pelan air mataku jatuh. Masih tetap tidak percaya.
"D’you know. You know I love you so. You Know I love you so."
Chris terus bernyanyi.
“It’s true. Look how they shine for you. Look how they shine for you. Look how they shine for you.”
Tak ada bintang di langit Chris, hampir saja kalimat itu keluar dari mulutku. Ia berbisik lagi di telingaku.
“Look at the stars. Look how they shine for you. In everything you do.” Terngiang-ngiang terus memenuhi kamar.
Sejenak ada kelip bintang di matanya. Sinarnya begitu terang. Menembus hatiku yang sedang gelap. Terima kasih banyak Chris. Aku bahkan tak sempat mengucapkan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar