Selasa, 03 Januari 2012

Pencuri


Aku selalu suka kalau jendela terbuka lebar begini. Supaya aku bisa mengendap-endap ke kupingmu dan berbisik kata "I LOVE YOU." Itu kata menggelikan yang saat ini gampang buat perutku mulas.

Aku akan menelusuri anak-anak rambutmu dengan jari-jari mungilku, lalu turun sebentar ke pelipismu. Menatap matamu dalam-dalam. Menelusuri pupil matamu, mencari binar cinta di sana.

Memangnya kalau jatuh cinta, harus ada binar di mata. Aku tidak tahu. Yang aku tahu ada binar di hati. Sebenarnya aku takut kalau ketahuan sedang jatuh ... cinta. Aku malu dengan keyboard dan layar di depanku.

Karena mereka pasti tahu pipiku sedang merah ketika menulis ini. Bukan hanya itu, tapi aku cenderung senyum-senyum terus. Eh, tapi buat kamu yang tahu jangan bilang-bilang ya, aku kan jadi malu.

Belum lagi sekarang aku dengar lagu "The Closer I Get To You" terus aku bertanya, kenapa sih kalau cinta itu harus dekat-dekat? ya iya dong, kalau jauh lagi, nanti aku harus jadi pencuri.

Aku bakal mencuri hatimu lama-lama. Terus nanti aku disalahkan. Aku dituduh untuk mengembalikan hatimu. Padahal jelas-jelas, aku hanya ... oke deh aku ngaku, aku memang ingin hatimu utuh.

Bukan setengah-setengah. Bukan seperempat. Tapi utuh.

Semoga kamu tidak keberatan. Seperti nanti ketika aku pergi, tutup lagi jendelamu rapat-rapat seperti tidak ada apa-apa.

Kamu mengerti maksudku kan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar