
Sengaja garis-garis senja itu terus kupandangi lurus.
Sesaat waktu, terpingkal tuhanku. Garis indah itu tepat mendarat di mata indahmu
Kutiup helai-helai kecup, kuhela peluk kala hati meletup-letup
Biar lalu kepak-kepak rindu membelai lembut keningmu
Meski dilenting putar amarah waktu
Hanya senyumnya yang mampu merubah senja serona merah jambu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar