Selasa, 03 Januari 2012

Manakah yang Paling Tepat?


Lagi-lagi di kepala ini selalu dipenuhi dengan pertanyaan pendek. Begitu random. Seperti yang hari ini bermain-main di kepalaku yang tepat itu “mencintai orang yang tepat” atau “mencintai pada waktu yang tepat.” Ketika pertanyaan-pertanyaan ini muncul di kepala, apa yang hendak kamu jawab.

Terdapat empat subjek : aku, orang yang dicinta, waktu, dan cinta itu sendiri. Semuanya adalah pelaku. Memainkan peranannya sesuai dengan destini. Aku adalah orang yang suka mencinta. Aku punya orang yang kucinta. Aku ada di dalam waktu. Dan aku percaya bahwa cinta itu sendiri ada.

Aku pernah menulis bahwa : kita tidak dapat memaksa cinta untuk menghampiri setiap hati. Karena cinta adalah elemen bebas. Ia terbang, menghampiri/tidak menghampiri hati sesuka hatinya saja. Cinta tidak pernah bisa dipaksa. Sedangkan hati. Kalau aku tidak salah lebih diam. Hati memilih dalam ke’diam’-an-nya. Tapi hati tidak bergerak. Ia seperti pintu : hanya dibuka setengah, dibuka lebar, atau tidak dibuka sama sekali.

Selanjutnya adalah waktu. Waktu sifatnya kekal. Ia memang diam di tempat. Dan dari beratus-ratus tahun yang lalu tidak berubah. Waktu lebih lagi, ia tak punya pilihan bebas. Ia tidak seperti diriku yang bebas, cinta yang sesukanya, atau hati yang walaupun sedikit masih punya pilihan.

Lalu bagaimana dengan orang yang kita cinta? Tidak semua kita punya orang yang kita cinta. Bisa jadi kita hidup hanya untuk diri sendiri. Bisa jadi kita memang hidup untuk kesenangan diri sendiri. Dan tidak perlu orang lain.

Sampai di sini manakah yang paling tepat “mencintai orang yang tepat” atau “mencintai pada waktu yang tepat.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar