
Menyukai kengawuran dan bermain-main. Tidak semua yang serius itu baik. Terlalu banyak bermain pun tidak baik. Ada baiknya begini, bermain-mainlah dengan serius. Aku suka tidak tega melihat banyak orang-orang di sekitarku yang lupa caranya bermain-main. Padahal sederhana saja, tinggalkanlah sepatu mahalmu lalu berjalan dengan kaki telanjang.
Siang itu aku duduk dengan mendung, lalu berpikir kalau hujan turun aku ingin berlari-lari telanjang kaki, meminum hujan sampai habis, lupa kalau saat itu aku sedang bindeng dan sedikit masuk angin. Hanya ingin merasakan air hujan merembes ke baju tipisku. Tersenyum lebar saat hujan kena pelipis.
Bermain dan bahagia. Aku ingin menjalaninya dengan serius. Ini hanya tekad, bulat, dan kokoh. Bermain dengan tidak tergesa-gesa, harus buru-buru pulang. Aku ingin melakukannya lama-lama. Menikmati setiap senyum, utuh, pelan, supaya aku bahagia.
Bahagia kenapa? bahagia kalau kesal ini sudah reda dan hati berubah menjadi manis. Kamu boleh, siapapun boleh mencicipinya, karena memang bahagia itu begitu terbuka. Tidak perlu sembunyi. Sudahlah, bahagia dan menikmatinya itu mungkin adalah hal paling sepele yang saat ini sering terlupa.
Masihkah kamu melihat anak-anak bermain petasan lama-lama, tapi sekarang belum musim lebaran. Memperhatikan semut di dekat jempolmu. Menghirup wangi rumput basah dalam-dalam. Tertawa kencang-kencang sampai keluar air mata. Membuka jendela lebar-lebar. Menulis sampai pagi. Mengintip gerakan ikan di aquarium. Flirting kembali.. lalu jatuh cinta kembali.
Ketika melakukannya, aku tak perlu uang banyak.
Aku cukup meminta kepada Tuhan. Pemberi kebahagiaan kekal, bahwa aku ingin bahagia dari hal-hal sederhana. Tidak sulit, bukan?
Lalu melihat ia tertawa. Begitu manis. Bikin aku bahagia sampai ke sum-sum tulang belakang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar