
Dalam hidup ini tak ada yang mudah. Setiap perjalanan yang dilalui penuh dengan resiko. Seperti ketika kau tidak membawa payung, mendung hebat, hujan lebat. Kau akan tertahan di kantormu sementara. Resiko tidak dapat disalahkan. Resiko mengikutimu. Ia seperti bayanganmu sendiri.
Ia berjalan kemanapun kau pergi. Kemana hatimu singgah. Walaupun terkadang itu adalah pekerjaan iseng. Resiko tidak pernah iseng menjadi resiko. Ia akan melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati. Patah hati mungkin adalah resiko ketika mencintai seseorang terlalu. Atau bisa jadi hanya kejadian sederhana, patah hati hanya karena diturunkan dari angkot dan belum sampai ke tempat tujuan.
Tapi pernahkah kau berpikir mencintai tanpa resiko? Jarang sekali. Tapi terjadi. Bahkan walaupun itu cinta masa kanak-kanak. Kau bisa berangkat ke sekolah terburu-buru bawa bekal roti isi dua. Untukmu dan untuknya. Meminjam peruncing dan pensil miliknya, sesering mungkin, punyamu sendiri disimpan dalam-dalam di tas. Pura-pura tidak bawa. Bermain dengannya hanya memakai kolor dan kaus dalam tanpa takut diajak ke tempat tidur.
Tapi bahkan mencintai seperti anak kecil pun penuh resiko. Suatu ketika kau harus pindah mengikuti orang tuamu, meninggalkannya. Suatu ketika, kau tidak boleh lagi main ke rumahnya karena mamanya takut, kalian akan main bakar-bakaran. Suatu ketika dia lupa membawa pensilnya dan kau tak bisa meminjamnya lagi.
Bahkan pada cinta yang paling polos sekalipun resiko mengikuti.
Kejam. Tak ada yang sederhana. Tak ada yang hanya polos-polos saja. Mencintai seperti anak kecil, menangis hari ini, tetapi besok bermain lalu jatuh cinta lagi.
Tanpa dendam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar