Senin, 26 Desember 2011

Wanita Harus Tau


Meski suka sekali disentuh, pria bukanlah mahluk yang super-super peka. Jadi jangan sekali-kali kau membiarkannya dengan ketidaksadarannya. Sentuhlah telingannya dengan kalimat brilliant, sentuhlah matanya dengan tatapan yang dalam dan sentuhlah badannya agar tidak ada wanita lain yang berani memegang! Ketidakpercayaan bukanlah tempat untuk memenjarakan. Egois? Iya. Tetapi egoisitasnya tidak lebih kuat dari air mata kaum hawa. Pria adalah penakut. Takut ketahuan, takut kehilangan. Adalah pujian untuknya, jika kata-katanya mau dipegang.
Hai wanita, adalah suatu kelebihan jika kau hanya sampai dipredikat “mudah sakit hati”. Karena pada dasarnya, pria malah mudah sekali mati. Ia lebih baik disiksa kicauan siang dan malam, daripada dihajar oleh kesunyian. Karena sekali dihajar, pria langsung bisa terbaring dibawah tegak batu nisan.

Jadi berapa kali dalam semalam wanita menjadi gelisah tentang keberadaan kekasihnya? Ya ya ya, gelisah yang ringan tentang kekuatiran bahwa dia bebas melakukan hal yang macam-macam. Tengok Pria! Jika wanita melakukan hal yang sama, pria tidak mau pasrah, tidak hanya gelisah, juga marah. Ia akan mencarimu sampai ke antah berantah. Dipikirannya bukanlah rasa takut pada penghianatan, tetapi sebuah teori yang mengatakan bahwa wanita adalah mahluk lemah yang selalu diincar godaan.

Sekarang tunjuk tangan jika ada yang merasa hatinya retak terpukul perbuatan pria! Okay, kamu! Lihatlah, jika kau melakukan perbuatan yang sama terhadapnya! Apa yang hati retak itu bisa melihat jari tangan pria yang mengacung, mengaku kalah? Tidak? Ya, kau pasti hanya melihatnya tetap girang. Sekarang jangan bilang siapa-siapa! Di dalam sakunya, tersembunyi telapak tangan yang meremas kepingan hatinya yang terus menerus merasa bersalah. Kecerobohanmu dianggap sebagai kelalaiannya. Jadi tidak heran, jika seuntai tawa hanyalah sebuah benteng gengsi yang tanpa celah sampai-sampai kesedihannya menjadi tak kasat mata.

Memang aneh jika pria suka pada kebebasan, sekaligus rindu pada mulut cerewet yang cemburuan. Jadi demi menghindari suara hantu yang memanggang kepalamu yang melayang. Aku menerawang.
“Wanita, kau hanya perlu mengenalnya dalam-dalam”.

Ini bukanlah ajakan untuk anda berpikir tentang siapakah yang paling lemah. Tetapi tentang mengapa Adam dan Hawa harus saling menjaga, saling menguatkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar