Sabtu, 31 Desember 2011

Ayahanda

Manusia terhebat yang ku miliki. tepat berdiri bersandar dihati. aku adalah kebanggaannya, kebanggaanku adalah dia. tegap badannya melindungiku. panah doanya, menumpas musuhku. jika aku menghampirinya, ia akan berlari-lari menjemput aku. jika aku berpaling dari rindunya, ia akan menangis mengenang aku.

aura namanya adalah hasil keringat sepanjang hari. ia begitu murni, pemimpin sejati. pernah kakinya gemetar datang padaku, membawa lembar terakhir uang yang lusuh. jika aku tidak terharu, sudah buta hatiku. tawanya mengundang tangis. humornya begitu ekspresif. ia adalah komedian nomor satu idolaku, yang hanya ku dengar aksinya lewat cerita.

Hatinya begitu misterius tetapi tulusnya tak putus-putus. jika aku haus, diberinya ku minum. jika ku lapar, diberikannya ku roti. sungguh ia adalah dambaanku, dambaan kelak nanti, cucu -cucuku.

namanya seumpama bendera negeri. kata terindah yang berkibar di tiang tertinggi yang mengundang segala hormat untuk terpatri. menyebut kata “ayah”, adalah keberanian. mencintainya adalah kewajiban. “ayahku” adalah sebutan terdalam yang pernah kurasakan. ayah mewariskanku ilmu, darahnya di nadi, mendidik langkahku. entah aku berada di utara atau selatan, di langit atau di hutan,… mengatakan “aku anaknya!” adalah kalimat termewah bagi hidupku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar