Senin, 16 April 2012

Melawan Diri Sendiri


Diri sendiri adalah lawan terberat, sekalipun rasa-rasanya adalah teman terdekat. Kita mengetahui seluk beluk diri kita. Jika diri kita sendiri berubah menjadi musuh, maka habislah kita.

Kerap kali aku menjadi lawan bagi diriku. Seperti ada dua sisi yang berbeda yang sedang berdebat di dalam kepalaku yang kecil ini. Tetapi tidakkah itu sebenarnya hanya fenomena pikiran dalam menimang dan mempertimbangkan sesuatu? Sebab sebelum aku bertanya pada siapapun, aku suka bertanya dulu pada diri sendiri. Maka ketika sesuatu di dalam diriku tampak bagaikan lawan, aku ingin mengalahkannya. Kupikir pemenang sejati ialah pemenang yang berhasil mengalahkan dirinya sendiri, yang hendak memberikan pialanya kepada sesama, demi kemuliaan Tuhan. Jadi tidak ada yang ingin aku ambil dari pertempuran di dalam diriku. Melawan diri sendiri bukanlah caraku mencari untung atau piala untuk diriku sendiri, melainkan caraku untuk menyerahkan diriku pada sesama.

Kadang yang dilawan diriku adalah keinginan-keinginanku sendiri. Sesuatu yang berat, yang memintaku dengan memaksa. Jikau sudah seperti itu, jangan kau biarkan keinginan di dalam dirimu tumbuh bagai benalu. Dimusuhi orang lain masih dapat dipetik sebagai pelajaran, tetapi memusuhi diri sendiri tidak mengajarkan apa-apa.

Orang melakukan apapun yang mereka ingin lakukan, tetapi aku melakukan sebagaimana aku ingin diperlakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar