Minggu, 12 Februari 2012

Setiap Akhir Kisah adalah Awal dari Sebuah Kisah Baru


Perjalanan panjang yang dilakukan untuk bertemu dengan seseorang. Mungkin cinta itu adalah perjalanan panjang itu sendiri. Untuk kehilangan—menemukan—tidak lagi menemukan.

Ketika mencintai terlalu dalam ada risiko. Risiko bahwa bisa jadi kita tidak akan pernah ada bersama-sama dengan orang itu seumur hidup. Risiko untuk tidak pernah memiliki. Tapi apa kita pernah benar-benar memiliki seseorang?

Aku pikir ada kepastian di akhir. Akhir adalah kesimpulan. Aku selalu mengira akhir dari segala sesuatu adalah jawaban. Padahal belum tentu. Akhir bisa jadi justru adalah proses mengawali. Akhir bukanlah penutup yang selama ini kita cari. Akhir adalah awal yang baru. Memulai kembali. Dan tidak tahu kapan kita bisa mengakhirinya.

Untuk alasan cinta mati sekalipun. Kita tidak bisa memiliki seseorang. Karena setiap orang punya “free will” hal inilah yang pada akhirnya memiliki kita. Sedangkan cinta bagiku juga punya “free will”-nya sendiri. Seperti cupid yang memanah. Ia hanya memanah. Tidak pernah merencanakan targetnya siapa.

Perjalanan dengan seseorang sepanjang hidup. Pahit dan manis. Patah hati tidak membuatku dan kamu kapok jatuh cinta. Bagiku berjalan dengan seseorang bukan persoalan fisik dimana aku akan eksis kelihatan berdua. Atau akan “eksis” ketika “kelihatannya” punya pacar. Lalu kemudian pacaran itu hanya sebatas “status” di facebook.

Ketika aku punya pengalaman bersama dengan seseorang itu seperti kisah. Kisah mengucap selamat pagi. Kisah bercerita sebelum tidur. Lalu seseorang itu bukan hanya pasangan. Tetapi kami adalah sahabat. Ia hanya perlu ada di sana mengucap selamat pagi dan bercerita kembali sampai pagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar