Selasa, 21 Februari 2012

Nasihat


Jelas sekali kalau patah hati bukan melulu tentang air mata yang jatuh di pipi. Atau jatuh cinta bukan hanya tentang perut yang berbunga-bunga. Mereka adalah siklus. Seperti ayah bertemu ibu. Dan kini terulang aku bertemu dengannya.

Misterius.

Tidak ada yang pernah bisa memprediksi apa-apa. Jatuh cinta dan patah hati berlaku kepada siapa saja, manusia baik-baik maupun manusia brengsek sekalipun. Jatuh cinta—patah hati—sepaket. Seperti parsel lebaran.

Tapi lebaran kini telah usai. Remah-remah nastar dan kastengel mungkin masih ada di dalam kotak kue dan belum sempat dibersihkan. Ayah yang sibuk dengan tanaman-tanaman di teras rumah. Ibu yang sibuk dengan memasak. Dan aku yang mungkin saat itu masih kecil, belum paham apa itu jatuh cinta dan patah hati.

Ketidakpahamanan membuatku penasaran. Ingin mencoba seperti apa jatuh cinta dan patah hati itu. Aku tidak bisa hanya memilih satu. Keduanya seperti sendal jepit lusuh yang berjalan beriringan. Keduanya tak bisa dipisahkan. Seperti ayah dan ibu. Aku tak bisa memilih hanya jatuh cinta kepada ayah atau ibu saja.

Ketika jatuh cinta kepada ayah, adakalanya aku patah hati. Sebaliknya ketika patah hati kepada ibu, bisa jadi ayah yang memberikanku cinta. Lalu patah hati yang lain pun menyusul dalam keadaan yang berbeda. Sayang sekali ayah tidak pernah bilang, bahwa aku harus mencintai wanita yang seperti apa.

Tapi ayah berpesan bahwa, ketika hidup, hiduplah dengan tulus-tulus saja. Pesan singkat yang tidak bisa aku lupa. Di satu sisi aku mengartikan ayah menginginkanku hidup, mencintai seperti merpati. Dan di sisi lainnya, aku mengartikannya sebagai hidup dan patah hatilah dengan tulus.

Tidak bisa memilih hanya satu. Konsekuensi adalah bayanganmu sendiri. Mengikuti kemanapun kakimu pergi. Aku ingin menelepon ayah dan mengajaknya ngobrol. Bercerita tentang jatuh cinta dengan wanita. Hanya saja beliau jauh. Bahkan antara aku, cinta anak laki-lakinya dengannya pun terhalang jarak.

Kalau sudah begini, yang dapat aku lakukan adalah mengingat-ingat nasihatnya. Dan menjalani kehidupan hari ini dengan tulus. Baik dalam keadaan jatuh cinta maupun patah hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar