
Cinta akan indah pada waktunya.
Ini yang aku rasakan. Pernah dengar istilah evaluasi hati? mungkin kamu pernah dengar tapi belum pernah coba untuk melakukannya. “Evaluasi Hati” adalah istilah yang biasanya aku gunakan ketika, aku hanya ingin sendiri “mendengarkan” hati.
Tetapi sebelum bisa “mendengarkan” hati. Aku mengobrol dengan beberapa orang yang sekiranya punya pemikiran dan masukan yang bagus untuk masalah yang sedang kuhadapi. Selanjutnya yang aku lakukan adalah aku akan duduk. Tenang. Mendengarkan hati.
Hati tidak bisa dibohongi. Ia seperti seorang sahabat, yang tidak hanya akan mendengarkan ceritamu. Ia mampu bicara. Ia mampu berbisik tentang nasihat yang ia rasa paling baik untukmu. Ia tidak akan membiarkan kamu jatuh. Ia tidak akan membiarkanmu melakukan kesalahan.
Ia begitu sederhana. Yang perlu aku dan kamu lakukan adalah mendengarkannya.
Untuk kasus tertentu, aku memilih untuk mendengarkannya. Walaupun dalam banyak hal, aku ini anak bandel dan suka semaunya sendiri. Tapi tidak kali ini. Kali ini aku musti taat. Dan mau mengalah untuk mendengarkan hati yang sebenarnya.
Aku pernah menulis begini : “kenapa musti takut patah hati? karena patah hati sebenarnya mengajarkan kita supaya lebih jago membalut.” Tetapi waktu itu, mungkin di hatiku masih terlalu sedikit borok. Belum terlalu banyak. Aku masih sanggup untuk membalutnya.
Tapi apa yang akan kamu lakukan jika borok di hatimu sudah begitu banyak? dan kali ini kamu kelabakan.
Saranku, berhentilah sakiti hatimu sendiri.
Cobalah sekali-kali ajak hatimu mengobrol dan dengarkanlah dia.
Lebih baik menunggu waktu yang tepat, supaya bertemu hati yang tepat.
Sampai di sini, akhirnya aku mulai mengerti sedikit tentang kalimat “jagalah hatimu dengan segala kewasapadaan, karena darisitulah terpancar kehidupan.”
Aku dan kamu punya sebuah tugas untuk menjaga hati kita masing-masing. Bukan malah menitipkannya sembarangan kepada orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar