
Bagaimana melupakan seseorang, itu pertanyaan konyol yang selalu aku dengar. Dengar! Kita manusia memiliki kemampuan untuk melupakan, tetapi sekali lagi sampai berbusa mulut mengulang-ulang, bahwa yang terpenting bukanlah kita harus melupakannya, tetapi bagaimana kita tidak harus mengingat-ingatnya.
Aku pikir kita bukan tidak bisa, tetapi tidak ingin, atau jangan-jangan tidak siap. Saat kita merasa sakit, yang kita pikirkan hanyalah “andai rasa sakit ini bisa sembuh dalam sekejap.” Kau tahu, untuk menerima suatu kesembuhan, semuanya perlu proses, sebab waktu perlu berjalan. Jadi jangan karena kita tidak lupa mengingat seorang hari ini, kita jadi melupakan hari esok. Itu saja.
Aku tahu, memang menyebalkan saat mengetahui bahwa masih dia saja yang terbayang setiap malam. Tapi paling tidak, jika kita memiliki aktivitas atau hobi tertentu, aku rasa bayang-bayangnya bisa perlahan-lahan teralihkan. Karena itu saja masalahnya. Yaitu bukan karena kita tidak bisa melupakannya, melainkan karena kita kesepian dan memandangi kesendirian dengan terlalu serius.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar