Kamis, 22 Maret 2012

Pertemuan


Suatu ketika pertemuan di hari pertama tidak akan dilupakan. Penting sekali mengenal detail pertemuan pertama. Penting sekali membaui kamu untuk pertama kalinya. Penting sekali menangkap mata teduhmu untuk pertama kalinya. Memasuki pertemuan aku senang mengakui bahwa keyakinanku benar, perpisahan akan membawamu kepada pertemuan selanjutnya.

Dan memasuki pertemuan yang sekarang, aku bersyukur bahwa pernah ada perpisahan yang terakhir.

Apa yang akan kamu catat ketika pertemuan pertama. Aku mencatat banyak, bau, senyum, hangat telapak tangan, salam pertama kali, dan mata teduhmu. Mata teduh yang berbinar ketika senang. Persis seperti aku.

Ketika senang, ketika sedih, mataku punya binarnya sendiri. Dan jika peka, banyak orang hanya akan mengenalku dari binar mataku. Absurd memang. Tapi bagiku mata tidak pernah bohong.

Jika mau jujur aku ingin mengatakan bahwa kamu punya mata yang indah. Meneduhkan. Seperti kolam bening yang dipenuhi dengan banyak pohon rindang. Aku bisa pergi kesana jika ingin melamun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar