Sabtu, 03 Maret 2012

Ingatan Menjelang Pagi


Ingatanku berkeliaran di hutan waktu, semoga tidak tersesat ke sungai air mata.

Ada yang tergenang di wajahku, ada yang terngiang di telingaku. Entah apa, entah bagaimana. Mungkin ini namanya mati rasa.

Kita tidak lagi berdansa. Di bawah matahari, hujan, atau senja. Kumatikan sejenak melodi, biar hening menghinggapi.

Bahagia itu kamu. Ikut berbahagia itu aku. Jelaga tawa terkumpul di mata. Keduanya tumpah melebur satu.

Diselamatkan malam. Semoga mentari mengajakku kembali menari.

Malam sebentar lagi habis. Mimpi belum juga datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar