Selasa, 25 Oktober 2011

Harapan bodoh


Tak pernah aku merasakan luka yang seindah ini. Aku tau lukaku ini sangat menyakitkanku, tapi yang paling ku syukuri luka ini telah membebaskanku. Ya membebaskanku.
Mungkin harus kau tahu, malam-malam ku adalah malam-malam yang panjang. malam-malam dimana aku masih terkungkung bayangmu.
Kini semua sudah jelas, ketika aku berpekik kemerdekaan, kau pun lari tunggang langgang, mencoba menghindar, mencoba tak mau tahu aku lagi.
Bukankah semua ada konsekuensinya, aku tau aku ini apa. seperti setan dari neraka yang menengadah ingin kembali ke surga. ke surga bersamamu sayang. tapi itu tak mungkin kan
kali ini cukup, biar kau tahu juga, aku coba menjulurkan tanganku padamu, tapi kau yang mahluk surga jua tak mau menyambut uluran tanganku.
Aku pernah meminjamkan hatiku padamu, namun begitu kau mengembalikan dengan melempar.

Kau kini ada disana, ribuan jarak cahaya, aku seperti umat nabi nuh. ketinggalan kapal dan tersapu ombak. Tapi janji Tuhan adalah nyata bukan, semoga jika tak di bumi kau ditakdirkan, Aku minta pada Tuhan. Semoga terselip dirimu sebagai hadiah untukku di surga nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar