Senin, 26 September 2011

Sebuah Tanya



Sebuah Tanya

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”

—————————————————————

ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku

bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi
ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra

tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

mari, sini sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
tegakklah ke langit atau awan mendung
kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa”

(Soe Hok Gie - CSD, Selasa, 11 November 1969)

Biarkan ku pergi


Ibuku yang kusayang
Janganlah kau bermuram durja
Aku tau kau pasti ragu
ragu untuk melepas anak lelaki tertuamu
tapi suatu saat, pasti hal itu yang terjadi

Aku hanya berharap ketika kau melepasku nanti
tak lupa tunduk takzimku kepadamu selalu
seperti yang dilakukan ayahku pada ibunya

Minggu, 25 September 2011

Aku ingin jadi sepertimu Bapak


Mungkin bagi kita semua ada sosok yang paling diidolakan, entah itu ustad, presiden tokoh film ato nabi (klo yang ini mmg harus). Aku mau bercerita kawan tentang bapakku, orang tua yang membesarkanku. Perkenalkan terlebih dahulu namaku adalah didik , aku adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Jadi bayangkan sajalah mempunyai 4 anak sangatlah repot dan tentunya membutuhkan biaya yang banyak untuk menghidupinya.

Bapakku ini hanya orang kampung biasa, beliau anak petani sederhana, Bapakku hanya lulusan SMA, walaupun begitu aku selalu kagum kepadanya, ia banyak tahu akan semua informasi dan pengetahuan, begitupun juga beliau itu pinter menggambar, dlu waktu SD semua pekerjaan rumah prakaryaku selalu dia yang membuatkan. Setiap pulang sekolah kalau ada tugas prakarya aku cuman bilang

“bapak ada tugas prakarya”

Bapak tau aku anak yang kurang begitu mahir dalam berkesenian, maka tanpa bla bla bla TADA….jadilah sebuah prakarya yang sangat indah,entah itu lukisan,anyaman,ato lukisan dari bubur kertas. Dan percaya tidak percaya Prakarya hasil buatan bapakku selalu jadi yang paling bagus disekolah, hampir tiap tugas prakaryaku tak pernah kubawa pulng lagi, karena tugas prakaryaku selalu diminta pihak sekolah untuk dipajang, tanpa tau bahwa itu sebenarnya bukan hasilkaryaku tapi hasil prakarya bapakku.Bapakku tau kalo aku memang kurang begitu pandai dalam hal berkesenian,ia tak pernah bertanya apa lagi memarahi, karena baginya ia tahu bahwa setiap anak pasti punya kelebihannya masing-masing.

Disaat teman-temanku yang lain sering kena omel karena nakal dan sebagainya,di rumah kami Bapak selalu sayang sama anak-anaknya tak pernah keluar kata-kata kasar apalagi sikap kasar terhadap aku dan adik-adikku. Bapakku ini wajah dan hatinya lembut, kalo menasehati ia tak pernah membentak,ia selalu bertutur kata lembut. Masih ingat dulu ada tetangga kami teman sepermainanku waktu kecil tiap dia pulang telat bermain ato nilai sekolahnya jelek selalu ada gesper yang akan melayang di sekujur tubuhnya, Alhamdulillah aku bersyukur kepadamu Ya alloh kau berikan kepadaku bapak yang begitu santun dan lembut hatinya

Pernah dlu Bapakku bercerita bahwa dulu bapaknya yang juga kakekku tidak mengijinkannya bersekolah selepas SMP, karena keluarganya hanya orang kampung dan dimasa itu anak-anak sebaya Bapakku di kampungnya kalo selepas SMP harus mencari nafkah sendiri dengan bekerja ato dinikahkan sejak dini, tapi bapak lebih memilih untuk merantau ke kota, dikota ia bekerja sebagai pembantu teman, ya sebagai pembantu, agar ia dapat melanjutkan SMA, sebelum subuh dia sudah bangun untuk membersihkan rumah majikan,menyiapkan sarapan kemudian sholat dan mandi, baru kemudian berangkat sekolah, sore setelah pulang dari sekolah dia harus bekerja lagi sampai larut malam. Tapi Bapakku tak pernah mengeluh, bekerja bukan alasan untuk tidak tak berprestasi katanya, pernah ia perlihatkan kepadaku buku rapornya yang sudah buluk, lalu kulihat satu persatu halaman demi halaman aku Cuma bisa berkata “Subhanallah” membayangkan saja hatiku sudah bergidik, bagaimana seorang anak bisa dapat nilai rata-rata 8 padahal ia sembari bekerja, padahal aku saja yang cuman berleha-leha tak tuntas nilaiku pasti mentok di angka 7.

Selepas SMA bapak bercita-cita ingin jadi PNS katanya, diikutilah saringan penerimaan pegawai waktu itu, dari 1000 jumlah pendaftar hanya 6 yang dinyatakan lulus dan Bapakku termasuk satu didalamnya,pengumuman telah terpasang,namun yang terjadi adalah kebalikannya selesai pengumuman bapak mencari panitia untuk melapor, tapi jawaban panitia tak seperti yang diharapkannya, bagi peserta yang sudah dinyatakan lulus harap menyetor uang sebesar 250rb kala itu, tentu saja bapak tak punya pilihan lain karena memang dia tak punya uang, akhirnya posisinya digantikan anak seorang pejabat di pemda tersebut. Mulai saat itulah aku dalam hati selalu berjanji

“Aku harus bisa jadi PNS” untuk menebus rasa kekecewaan bapak.

Ada satu lagi sifat bapak yang sampai saat ini tak bisa ku ikuti, yaitu menabung, bapak gemar menyisihkan uang penghasilannya untuk ditabung, ia mempunyai cita-cita untuk bisa naik haji. Kalo ada penghasilan selalu ia sisihkan menjadi 3. Saat itu aku selalu bertanya
“Pak kok uangnya dibagi jadi 3”
Lalu Bapakku sambil tersenyum menjawab “ini yang satu buat kamu,ibu dan adik-adikmu, yang satu ini buat gusti Alloh, lha yang satunya lagi ini buat orang yang butuh uang ini”. Setiap ada penghasilan, selalu dibagi 3, Bapakku yang satu ini memang selalu membuatku terkagum-kagum Bapakku itu cuman seorang buruh dipabrik plastik, Pagi sampai sore dia bekerja di pabrik plastik, sore setelah pulang kerja ia bekerja serabutan, entah berdagang lalu pernah jadi kernet dsb. Tapi alhamdulillah benar kata Alloh “Man Jadda Wa Jadda” siapa yang bersungguh-sungguh ia akan memetik hasilnya, Dari pekerjaan sampingannya itu bapak berkenalan dengan pengembang perumahan, dari sana dia belajar tentang bisnis makelar Tanah, dari sana dia mulai merintis usahanya jadi makelar tanah dan rumah, dan dari usahanya tersebut aku serta adikku-adikku dapat bersekolah dan hidup dengan layak, dan akhirnya Pada tahun 2010 kemaren Alhamdulillah bapak dapat menjalankan impiannya.ya,,impian yang selalu dipendamnya dengan membagi uang menjadi 3 bagian bertahun-tahun ia akhirnya berkesempatan menjadi Tamu Alloh ditanah suci, setelah perjuangan panjangnya Alloh menjawab semua doa-doanya, doa rintihan air mata yang sering kudengar kala tengah malam ketika bapak Sholat Tahajud,.

Dan akhirnya Mimpi itu terjawab sudah Bapak naik haji ketika aku telah menamatkan S1 ku disebuah universitas dikota Semarang. Masih ingat dengan janjiku, saat bapak naik Haji aku berkesempatan ikut Tes CPNS kementerian Pertanian, dan Alhamdulillah aku diterima di Kementerian Pertanian. Setelah Bapak pulang aku certiakan padannya bahwa aku lulus tes Ujian Masuk Penerimaan CPNS Kementerian Pertanian, Kami lalu menangis sesenggukan berdua.”Maka Nikmat Tuhanmu Yang Mana yang kamu Dustakan”.Sesungguhnya Alloh Tau, dia hanya menunggu..ya dia hanya menunggu saat yang tepat untuk menjawab semua doa-doamu.

Kini 5 bln sudah aku hidup di kota mataram, Kota indah di pulau lombok, hampir tiap akhir pekan aku telp Bapakku, menceritakan tentang keadaanku.Bapak dalam hatiku aku selalu cinta engkau, seperti Ismail cinta pada Bapaknya Ibrahim, aku mau jadi seperti engkau, meneruskan cita-citaku pada anak-anakku kelak.

Kisah 5 Bujang Lelana melakukan perjalanan "ora nggenah"


Pagi ini,karena mau jalan-jalan disenggigi,jadi inget ada kisah beberapa tahun lalu ketika mau "mengembara tanpa tujuan"...jalan2 sih maksudnya dan rasanya cocok untuk d share lagi...ini kutampilkan tulisan dari temanku yang bernama Harris yang menceritakan kosah tentang petualangan kami itu,,,

"semua salah dia!!!",

ada yang pernah denger kalimat ini?
pastinya bagi penonton setia opera van java pastilah pernah mendengar kalimat ini. kalimat ini biasanya diucapkan oleh sule.
apa fungsinys kalimat ini dalam tulisan ini?
hehe....., ada fungsinya. kalimat inilah yang menyebabkan kami berkelana dari semarang-boyolali-solo.

...

oia, sebelumnya kuperkenakan dulu tokoh dari cerita ini.

tokoh utama;
1. saya, asli pekalongan,sekarang mahasiswa semester 6 dan sedang mengerjakan skripc
2. faiz, asli produk puertorico (nama beken purwokerto), statusnya sama seperti saya
3. didik wakijoe, asli semarang, panggilan bos wakijoe, bergelar Amd (alumni mahasiswa D3) Fe undip, sekarang melanjutkan S1 di unissula.
4. kunari, asal pati, bergelar sarjana akuntansi fe undip, hampir kerja dan sudah butuh pendamping hidup (masih di buka oprec-nya).
5. wahyu, asal cilacap, mahasiswa akuntansi angkatan 2005, masih mencoba untuk lulus
6. anom, bocah cilik kelas 4 SD, adiknya didik wakijoe

tokoh tambahan;
1. angling, asli sukoharjo ato nama kerennya solo baru, statusnya sama k seperti saya
2. suryo, orang kota solo asli, mahasiswa semster 6.

nah, sekarang balik lagi ke cerita.
...


suasana masih gelap, masih jam 5 pagi. aku masih berkutat dengan laptopku mengoreksi skripcnya onee-san. akhirnya, sekitar jam 7an, selesai sudah. capek rasanya. butuh istirahat. kurebahkan badanku dan kupejamkan mataku.
..

handphoneku bunyi, tanda ada sms masuk. dari faiz. " sido melu reng salatiga ra? yen sido, jam 9 mangkat. persiapan y", begitu isi smsnya. dengan jiwa yang masih setengah dam mata mengantuk, kubalas, "y". kulihat jam, wah..., sudah jam setengah sembilan!. langsung kubergegas mempersiapkan diri.

...


setelah persiapan selesai, kuhampiri kosnya faiz. masih mandi dia. kuputuskan untuk makan dulu. setelah kenyang dan faiz pun sudah siap, langsung tancap gas menuju DPU DT, basecamp dadakan, sebelum menuju ke salatiga.
di basecamp, ada mas wahyu dan mas kunari, sedang mengobrolkan sesuatu. belum kelihatan batang hidung bos wakijoe. kata mas wahyu, masih ganti pelek motor dan kami disuruh untuk menunggu.
...

"hah?", ekspresiku setelah mendengar kabar dari mas wahyu bahwasanya bang satria (disingkat bangsat), empunya rumah yang mo kita silaturrahimin tidak ada di rumah dan sedang mo pergi ke bandung. "terus piye?", tanyaku.

kata mas wahyu, tak ada yang ngasih kabar ma bangsat lo kami mo maen ke rumahnya. jadi, dia pergi.
"kok bisa?", tanyaku. ternyata bos wakijoe, sebagai penggagas trip ini belum memberi kabar ma bangsat. "kita tunggu didik aja", kata mas wahyu.
akhirnya, bos wakijoe tiba. pake helm item, jaket item, celana coklat, sembari menggandeng adiknya, perawakannya bapak-bapak banget dah. berkumpullah kami di kamarnya mas wahyu, membicarakan apa yang akan dilakukan setelah mendengar bangsat tidak ada di rumah.
"reng magelang yuk", ajak mas kun. "reng boyolali wae",faiz mengusulkan. "aku melu wae, sing penting jalan-jalan", kataku.
akhirnya diputuskan, tanpa keputusan yang jelas dan masih mengambang, kami berangkat. begitu g jelasnya kemana kami akan pergi hingga sudah sampai di ungaran masih dipertanyakan, akan pergi kemana kami. alhamdulillah, akhirnya pasti juga arah kami, yakni ke kawasan selo, boyolali.

...

kira-kira dua jam lebih waktu yang kami habiskan untuk dapat melihat plang besi yang bertuliskan "boyolali tersenyum". hehe, unik juga slogannya. kata mas kun, selama kami di boyolali. kami diharuskan untuk selalu tersenyum. di kota boyolali, kami mampir dulu untuk makan. tempat makan yang kami singgahi adalah "soto rumput". letaknya, dari terminal boyolali, belok kiri, lurus dikit. nanti di seberang jalan akan kelihatan.
memasuki rumah makan "soto rumput', banyak pertanyaan yang terlintas di pikiranku. nama yang aneh, mengapa dinamakan demikian, apakah nanti kami bakal disuguhi soto dengan bahan utama rumput. kucoba untuk mencari jawabannya. kulihat daftar menunya. g ada sama sekali kata rumput sama sekali di di daftar menunya. masih banyak pertanyaan yang ingin kucari jawabannya.

...

soto pun tiba di meja makan kami. emmm, g ada bedanya dengan soto kebanyakan. "lalu kenapa dinamakan soto rumput y?", masih kucoba kupikirkan. aku menyerah. aku tak bisa menemukan jawabannya. "udah, makan aja ah", pikirku. setelah tiba di kos, baru aku tahu alasannya mengapa diberi nama soto rumput. ternyata, dulunya tempat warung tersebut adalah tempat berjualan rumput bagi pakan sapi boyolali. rasa sotonya lumayan enak. 1 porsinya, sekitar 4000an.
oia, catatan tambahan, dari enam orang, hanya mas wahyu yang tidak ikut makan. masih shaum dia, tepatnya shaum 9-10 muharram. pastinya ada yang berpikir, "ah, g penting fakta itu, napa harus ditulis". lo menurutku, justru penting, khususnya untuk menjelaskan apa yang dirasakan oleh mas wahyu di kawasan selo, boyolali.

...

perjalanan kami lanjutkan. kami mengendarai motor kami menuju ke kawasan selo. sepanjang perjalanannya, uahhhhhh.....mata dan hidung terasa sangat nyaman. terlihat suasana hijau di kanan dan kiri jalan. udara segar pun memenuhi hidung kami. bagus banget suasananya. semakin kami menuju ke puncak, semakin indah pemandangannya.
terlihat juga wahana "flying fox" yang menghubungkan bagian atas bukit dengan bagian bawah. tiba kami di gerbang bertuliskan huruf jawa yang menandakan kami akan memasuki kawasan pucak selo. di kejauhan terlihat tulisan gede, tapi tidak jelas. motor di geber dengan gigi 2. jalannya semakin lama semakin curam. menurut pandanganku yang orang awam, mungkin kecuramannya 45 derajat. motor berjalan sangat berat, padahal sudah memakai gigi 1. akhrinya, motor sudah tidak kuat lagi, persisnya, motor yang dikendarai bos wakijoe dan faiz. wah, sebagai pembonceng motornya faiz, terpaksa dah aku turun dan jalan menuju titik point kami. hah...hah....capek...

...

pemandangannya bagus. sayang, pemandangan ini harus segera tertutup oleh kabut. kabut semakin tebal, hawa dingin mendera tubuh kami. brrrr......dinginnnnya....hingga hembusan nafas kami pun beruap.
kuamati keadaan sekitar. wah, ada biksu!!! berpenampilan dengan jubah kuning, botak, bercelana pendek merah. kulihat angle yang lain, hemmmm, banyak juga orang yang berekreasi ke sini. terlihat juga para pendaki yang siap untuk mendaki gunung merapi. di kerumunan pendaki itu, ada sepasang suami istri yang membawa serta dua anaknya yang kembar, berumur kira-kira seusia anak TK. wah, gila juga. anak masih kecil sudah diajak untuk mendaki gunung!.
kulihat di bagian atas tempat kami, ada tulisan "NEW SELO". modelnya mirip dengan tulisan "HOLLYWOOD". oh, ternyata ini tulisan yang terlihat tadi.

...

udara semakin dingin!!. raut muka kami menunjukkan bahwa kami sangat butuh kehangatan!!. "wah, ngopi saambil makan gorengan. ketoke enak banget, iz", kataku kepada faiz. "tuku gorengan yuk", ajakku. "ayo", usulku disetujui faiz, mas kun, n bos wakijoe. mas wahyu g ikutan. masih tetap bersikukuh untuk meneruskan puasanya meskipun yang lain sudah berlaku sebagai setan penggoda untuk mendorong dia membatalkan puasanya.
kecewa juga, gorengannya wis adem. tak apa wes, untuk mengganjal prut yang sudah lapar, pikirku. si faiz, mas kun, n bos wakijoe menikmati kopi hangatnya, sementara mas wahyu membaca koran untuk menghabiskan waktu menunggu kami dan menghilangnya kabut yang menyelimuti jalan.
tak terasa, sudah kumakan 5 gorengan. si faiz, parah!!! lupa dia berapa gorengan yang telah dimakannya. tambah parah!!, seandainya ditanyakan berapa lombok yang udah dimakannya. demi rasa kemanusiaan, pada waktu membayar, mengakulah dia bahwasanya dia sudah memakan 5 gorengan.

...

alhamdulillah, kabutnya sudah menipis. saatnya untuk pulang. bersiap-siap kami untuk pulang. dari kejauhan, terdengar suara adzan ashar. kami putuskan, untuk sholat dhuzur di boyolali kota. motor langsung kami tancap gas.

...

"semua salah dia!!!",
kalimat ini pantaslah dialamatkan kepada bos wakijoe yang menyebabkan kami sampai di solo. normalnya, ketika kami memutuskan untuk sholat di masjid atau musholla terdekat, harusnya kami sholat di masjid ato mushola sepanjang arah menuju ke semarang. namun, berhubung bos wakijoe yang jadi guide kami, eh...dia malah mencari masjid ato musholla di jalan menuju arah ke solo. katanya, sebentar lagi ada masjid. walhasil, karena sudah setengah perjalanan ke solo, faiz yang tadinya tidak mau ikut ke solo, akhirnya mengalah untuk ikut ke solo karena kalah dalam pengambilan keputusan forum. parahnya, sholat ashar tidka dilakukan di masjid, tapi di pom bensin. perjalanan yang mendadak ini, membawaw akibat. angling, temen kami yang ada di solo, kami paksa untuk menyambut kami di rumahnya. dia kami paksa untuk membatalkan rencananya pergi bersama dengan temannya.

...

sholat ashar telah selesai ditunaikan. perjalanan menuju ke solo kami lanjutkan. di tengah perjalanan, muncul ide untuk bersilaturrahim ke rumahnya suryo dulu sebelum ke rumah angling. ide ini kami wujudkan. akhirnya, sampai kami di rumahnya suryo. sebagai tuan rumah yang baik, suryo langsung menyambut kedatangan kami dengan segenap makanan dan minuman. tubuh kami rebahkan untuk melepaskan capek yang mendera kami. setelah dirasa cukup, kami meminta suryo untuk mengantar kami menuju ke rumahnya angling.

...

di rumah angling, kami disambut lagi dengan pasokan makanan dan minuman. untungnya, terdengar suara adzan maghrib sebelum makanan yang disajikan habis. akhirnya mas wahyu segera membatalkan puasanya. perbincangan mulai berkembang, canda gurau terlontarkan. suasana terasa menyenangkan. puas makan, kemudian kami sholat di maghrib di masjid. ini adalah kali kedua aku sholat di masjid ini. nah, ada hal yang menarik dari masjid ini. bacaan imamnya bagus banget. seringkali kita menysal jika kita telat tiba di masjid karena kita akan melewatkan bacaan imam masjid yang sangat merdu dan enak didengar. tidak heran, jamaah masjidnya banyak. kata angling, imam masjid ini adalah seorang hafidz al quran ato orang yang hafal al quran.
selesai melaksanakan sholat maghrib, kami putuskan untuk bertahan dulu di rumah angling hingga isya'.
...

waktu isya tiba. ditemani rintikan hujan. kembali lagi kami sholat di masjid yang tadi. setelah shaolat, angling mengajak kami ke "Ngarposuro solo night market". katanya, kesempatan langka kami bisa pergi ke situ karena pasar ini hanya ada di malam minggu. kebetulan juga, pas ada "Solo percussion festival", kami diajak angling untuk menyaksikannya. kami pun setuju.

...


suasana ngarposuro rame, penuh dengan orang. banyak stand kerajinan, makanan, dan oleh-oleh khas solo. sewaktu kami tiba, grup "Sipakatau percussion " akan tampil. grup ini adalah kumpulan pemusik perkusi dari ISI solo. mengusung aliran heavy metal dengan sentuhan underground, sipakatau langsung memecah kesunyian malam. dadakku terasa sesak menerima hentakan suara bass dan treble dari speaker. pada awalnya, alunan musik sipakatau menghanyutkan, ditambah dengan teatrikal penari laki-laki dengan topeng yang seirama dengan alunan musik. namun, semakin lama, alunan musik semakin keras. sang vokalis mulai menunjukkan suara aslinya. huuuhh....haaaahhhhh....ghrrrrraa....itulah lirik yang didendangkannya. hentakan musik semakin keras!!. biar mudah, bayangkan aja Slipknot sedang main, tapi pake perkusi, bass, n gitar. di tengah pentas, si penari laki-laki tadi beryoga ria. salutlah buat penarinya, masih bisa yoga ditengah suara ribut yang bisa merusak pendengaran. kata penari itu, dia melakukan yoga karena falsafah dari musik perkusi adalah tetap bisa meditasi meskipun ditengah keramaian.
tidak tahan mendengar suara yang keras, bos wakijoe, suryo, mas wahyu n mas kun pulang duluan. jadi, tinggal aku, angling, n faiz.

...

penampilan kedua dimulai. kali ini yang tampil adalah grup "Pararimba". penonton langsung dihentak dengan alunan gitar dan suara suara vokalis cowok yang karakteristik blues dan dua vokalis cewek yang kecil melengking. penonton pun bertepuk tangan. improvisasi lagu lir-ilir, gundul-gunduk pacul dengan balutan musik blues, terasa sangat easy listening. penonton semakin keras tepuk tangannya.

...

malam semakin larut. nyawa terasa tinggal separuh. sudah waktunya untuk pulang dan beristirahat. tapi sebelumnya, kami sempatkan untuk melihat stand yang ada. puas melihat stand, kami pulang ke rumahnya suryo.

...

wah, udah pada tidur. lampu sudah dimatikan. pintu diketuk, ternyata bos wakijoe lum tidur. pintu dibukakannya, kami pun masuk. sandal kulepas di luar. di depan TV, mas wahyu n mas kun dah tidur pulas. hehehe, lucu, melihat kompaknya mereka berdua. bahkan di tidurnya pun mereka kompak. gayanya sama! tidur berdampingan, masing-masing tanganya ditaruh di atas dada, kepala menoleh ke bahu kiri, kaki rebahkan dengan jarak yang dekat.

...

suasana semakin larut, suara pun semakin menghilang. akhirnya kami tertidur. di pagi harinya, aku kaget!. sendalku hilang!!!. satu lagi barangku yang hilang. jikalau dulu eaktu ke ngawi handphoneku ilang, sekarang sendalku. menurut suryo, kemungkinan besar sendalku diambil pemulung. wah, dasar!!! pemulung tidak beriman!!!. pelajaran yang dapat diambil adalah, "HATI-HATI MELETAKKAN SANDAL, LO TIDAK, NANTI DIAMBIL PEMULUNG!!". huh..., terpaksa dah aku beli sendal jepit. gara-gara 1 pemulung, tampaknya aku menjadi berburuk sangka kepada semua pemulung.

...

setelah sarapan, aku, faiz, bos wakijoe, anom, n mas wahyu memutuskan untuk pulang ke semarang. mas kun??
dia tinggal karena masih ada urusan di solo. tertinggallah 1 bujang di solo. alhamdulillah, selamat sampai di semarang. capek rasanya....pengen langsung beristirahat. sewaktu tiba di kamarku, segera kutulis agar tidak lupa. alunan
musik the betles plus guyuran hujan menemaniku.

CERITA CINTA 12 KARUNIA YANG INDAH (Sebuah Tips bwt para ikhwan..he..)



Share
Today at 9:51am
Karunia Yang Indah

By: agussyafii


'Dan katakanlah, 'Ya Tuhanku berikanlah ampun dan berilah rahmat dan Engkau pemberi rahmat yang paling baik.' (QS. al_mu'minun: 118).


Di dalam hidup ini terkadang kita menerima karunia Allah dengan tidak terduga. Ada seorang teman yang bertutur pada saya, Suatu hari bahwa dirinya sedang be_aWa di ruang tunggu dokter untuk periksa kesehatan sambil menunggu giliran diperiksa tergeletak sebuah buku yang berjudul 'Menjadi Suami Yang Baik' Tiba-tiba ada seorang perempuan muda mengajak berkenalan. Dari perkenalan itu akhirnya mereka menikah. Belakangan ia tahu bahwa istrinya jatuh cinta karena buku yang dibacanya. Alasan istrinya sangat sederhana, 'lelaki itu belum menjadi seorang suami tetapi sudah berusaha untuk menjadi suami yang baik berarti dia laki-laki yang baik.'


Dirinya mengaku sesungguhnya sangat berterima kasih kepada Pak Dokter- mungkin juga perawatnya yang menyediakan buku itu diruang tunggu sebab sampai sekarang istrinya tidak tahu bahwa buku itu sebenarnya adalah buku yang disediakan diruang tunggu bukan miliknya.


Ajaib memang, namun begitulah cara Allah Subhanahu Wa Ta'ala penuh misteri dalam melimpahkan karuniaNya yang indah. Karunia itu hadir disaat kita tidak duga dan ditempat yang tidak disangka, bisa hadir dimana saja dan kapan saja tetapi ada satu yang hal tidak bisa dipungkiri yaitu karunia Allah akan selalu hadir kepada orang yang gemar berbuat baik bagi sesamanya.


LAMARANMU KUTOLAK....



singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah.
Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya.

Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda, dari sisinya.
“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya. “Iya, Pak,” jawab sang muda. “Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang setengah baya sambil menunjuk si perempuan. “Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.

“Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!” balas sang setengah baya. Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”

“Lamaranmu kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku takmau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya.Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang setengah baya,keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda. Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.” “Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya. “Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus,” jawab sang muda, percaya diri.

“Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo rumahku ini kan?”
“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak yang nggak datang kalau saya suruh berangkat.” “Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?”

Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.” “Kamu lulusan mana?” “Saya lulusan Teknik Elektro UGM Pak. UGM itu salah satu kampus terbaik di Indonesia lho Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM ini tho? Menganggap saya bodoh kan?” “Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”

“Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik anak-anakmu kelak?” Bisikan itu
datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja lho.” “Jadi kamu sudah bekerja?” “Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera jualan produk saya Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu.” “Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak terlalu laku.”

“Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu,kalau kerja saja nggak becus begitu?”
Bisikan kembali, “Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya.” “Rencananya maharmu apa?” “Seperangkat alat shalat Pak.” “Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf.” “Tapi saya siapkan juga emas satu kilogram dan uang limapuluh juta Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”
Bisikan, “Dia jago IT lho Pak” “Kamu bisa apa itu, internet?” “Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak saya nge-net.”

“Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata.” “Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Facebook, Blog, Twitter, Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu.”

Bisikan, “Tapi Ayah…” “Kamu kesini tadi naik apa?” “Mobil Pak.” “Lamaranmu kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya Riya’. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik.” “Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir”

“Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini namanya payah. Memangnya anakku supir?” Bisikan, “Ayahh..” “Kamu merasa ganteng ya?” “Nggak Pak. Biasa saja kok”

“Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang cantik ini.” “Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!”

Sang perempuan kini berkaca-kaca, “Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?” Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang muda yang sudah menyerah pasrah.

“Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur’an dan Hadits?” Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga. Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, “Pak, dari tiga puluh juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja. Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”
Sang setengah baya tersenyum, “Lamaranmu kuterima anak muda. Itu cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja pun, aku masih tertatih.” Mata sang muda ikut berkaca-kaca.

PUISI ANAK AKUNTANSI


Wahai Kekasihku...
Debetlah cintaku di neraca hatimu
Kan ku jurnal setiap transaksi rindumu
Hingga setebal Laporan Keuanganku

Wahai kekasih hatiku...
Jadikan aku manager investasi cintamu
Kan ku hedging kasih dan sayangmu
Di setiap lembaran portofolio hatiku
Bila masa jatuh tempo tlah tiba
Jangan kau retur kenangan indah kita
Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara
Berkelana di antara Aktiva dan Passiva

Wahai mutiara kalbu ku.....
Hanya kau lah Master Budget hatiku
Inventory cintaku yang syahdu
General Ledger ku yang tak lekang ditelan waktu

Wahai bidadariku.. ...
Rekonsiliasikanlah hatiku dan hatimu
Seimbangkanlah neraca saldo kita
Yang membalut laporan laba rugi kita
Dan cerahkanlah laporan arus kas kita selamanya
Jika di hari closing nanti, Tidak ada kecocokkan saldo
mungkin cinta kita harus dijurnal balik...

http://my.opera.com/cintapuciTy/blog/2009/01/29/puisi-aneh